Sejarah Singkat

SEJARAH BERDIRINYA

MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI 2 MALANG

Berdirinya Madrasah Tsanawiyah Negeri Turen, diawali dengan didirikannya Sekolah Menengah Islam Turen yang di buka pada tahun 1948 bertempat di Desa Sedayu  dan sekarang menjadi tempat untuk Sekolah Dasar. Pendirinya adalah Bapak Sulaiman dari Sepanjang Gondanglegi.

Karena Beliau pada waktu itu menjadi Guru di Sekolah Menengah Pertama Negeri II Malang, , untuk selanjutnya pada tahun 1950  digantikan oleh Bapak Abdul Ghony Djamhuri yang pada saat itu masih menjadi santri di Pondok Modern Gontor. Pada tahun 1950 itu juga tempat belajar SMI dipindahkan ke rumah Ibu Abdul Ghony Djamhuri di jalan Kantor yang sekarang Jalan Ahmad Yani tepatnya di depan toko bangunan Nopoto sekarang.

Tahun 1952 Bapak Abdul Ghony Djamhuri diangkat menjadi Guru Agama di Departemen Agama dan kepemimpinan SMI diserahkan kepada Bapak Abdul Fatah (almarhum) dari Wajak yang pada saat itu juga masih menjadi santri di Pondok Modern Gontor .  Pada masa ini adalah merupakan masa transisi dimana  terjadi perubahan dari Sekolah Menengah Islam menjadi Pendidikan Guru Agama Pertama (PGAP). Perubahan ini atas tawaran dari Bapak Pengawas Pendidikan Agama Malang – Besuki.Atas persetujuan semua siswa, maka perubahan itu dapat berjalan mulus.

Pada tahun 1960 Bapak Abdul Fatah ada rencana pindah ke Bogor untuk membuka pondok pesantren bersama teman-temanya dari Pondok Modern Gontor, maka Kepala PGAP diserahkan kembali ke Bapak Abdul Ghony Djamhuri

Pada tahun 1967 Pak Darna di mutasi dari Nusa Tenggara Barat  ke Kabupaten Malang dan oleh Kepala Depatemen Agama Kabupaten Malang ditugaskan ke PGAP Turen, maka langsung Kepala Sekolah PGAP Turen diserahkan kepada Pak Darna.

Pada tahun 1970 terjadi perubahan lamanya belajar di PGAP dari 4 tahun menjadi 6 tahun.Dengan sebutan dari PGAP menjadi PGAL (Pendidikan Guru Agama Lengkap), dan pada saat itu juga tempat belajarnya dari Jalan Kantor dipindahkan ke Jalan Panglima Sudirman No 64 Turen (sekarang di tempati MA YPI dan SLP Brawijaya).

Pada tahun 1976 Pak Darna selaku Kepala PGAL diangkat untuk menjadi Penilik Pendidikan Agama, maka Jabatan Kepala sekolah digantikan oleh H. Ma’shoem Zein sampai tahun 1976.

Pada tahun 1976 Bapak Imam Supardi sebagai Guru Agama Sekolah Dasar di mutasi ke PGAL.Maka pada tahun itu juga jabatan Kepal Madrasah diserahkan kepada Bapak Imam Supardi. Pada tahun 1978 terjadi masa transisi yaitu dengan diterbitkannya Surat Keputusan Bersama 3 Menteri ( Menteri Agama, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, dan Menteri Dalam Negeri) No SK: 16 tahun 1978 berlaku tanggal 16 Maret 1978, bahwa PGA Swasta di seluruh Indonesia yang kelas I, II dan III dijadikan Madrasah Tsanawiyah Swasta, sedangkan yang kelas IV, V, dan VI dijadikan menjadi Madrasah aliyah Swasta.

Pada tahun 1978, Madrasah Tsanawiyah Negeri seluruh Indonesia diberi kesempatan untuk membuka Kelas jauh (Kelas Filial). Apabila Kelas Filial itu baik dan mempunyai tanah untuk di bangun gedung, akan dinegerikan. Kesempatan ini oleh Bapak Imam Supardi tidak disia-siakan, sehingga MTs Swasta Turen didaftarkan ke MTsN Jalan Bandung untuh dijadikan Kelas Jauh (Kelas Filial).

Setelah SK Filial turun dari Dirjen Bimbaga Islam Nomor : Kep/E/192/1982 tanggal 26 Juni 1982, Kepala Madrasah dituntut untuk segera mencari tanah guna membangun gedung  Alhamdulillah pada tahun 1986 dapat membeli tanah yang sekarang sudah di bangun dan ditempati untuk belajar siswa Madrasah Tsanawiyah Negeri Turen Setelah mendapatkan tanah dengan Akta Jual Beli tertanggal 13 Januari 1986, langsung proses penegriannya di proses lewat Kantor Departemen Agama Kabupaten Malang tanggal 29 Agustus 1989 ke Kantor  Wilayah  Departemen Agama Propinsi Jawa Timur tanggal 30 Agustus 1989. Alhamdulillah SK Penegrian turun dengan no : 137/1991 tertanggal 11 Juli 1991.